Langsung ke konten utama

ANALISIS FILM “SANG PEMIMPI” DILIHAT DARI SUDUT PANDANG PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Film sang pemimpi menceritakan tentang persahabatan, semangat juang dan kekeluargaan. Dilatarbelakangi dengan keluarga yang tergolong kategori mengengah kebawah Ikal, Arai dan Jimbron merajut mimpi mereka yang katanya terlalu tinggi, namun mereka tetap percaya akan mimpi-mimpi mereka terlebih hadirnya seorang guru yang kerap memeotivasi yaitu pak Balia. Namun rasa ragu dan patah semangat kadang menghampiri salah satu dari mereka, sehingga besar peran teman lain untuk menguatkan mimpi satu sama lain.

Film sang pemimpi juga menceritakan tentang perjuangan dalam mengurangi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpi atau sebuah harapan. Dari film ini dapat kita lihat kekuatan mimpi, bahwa mimpi memberikan dampak besar terhadap semangat kita dalam menjalani hidup.

Dalam perjalanan Ikal, Arai dan Jimbron yang masih tergolong remaja, mereka memerlukan peran orang tua dan guru untuk membimbing mereka dalam mengarungi masa remaja.
Selain besar peran guru yang terlihat dalam film tersebut, peran orang tua pun tak kalah penting, orang tua menjadi penyemangat sang anak untuk menjadi lebih baik, terlebih ketika melihat perjuangan orang tua yang tak mudah untuk anak menjadi lebih baik, sudah seharusnya seorang anak pun memberikan yang terbaik untuk dirinya sendiri dan untuk kedua orang tuanya.

Sebagaimana perjuangan tak selalu mulus dan mudah, akan kita temukan beberapa batu dan lubang penghambat dalam proses menuju mimpi yang ingin diraih. Begitupun Ikal, Arai dan Jimbron ada banyak kendala yang mereka peroleh dalam perjalanan menuju mimpi mereka, salah satunya adalah kesalah pahaman yang berdampak pada retaknya persahabatan. Namun, hal tersebut tidak akan menjadi penghalang, bahkan hal tersebut akan menjadi penguat satu sama lain dan menjadikan mereka semakin kokoh dalam mengarungi hidup yang penuh kejutan. Dan akan ada orang yang tidak percaya akan mimpi-mimpi mereka bahkan menjadi penghalang dalam perjalanan menuju mimpi, tapi tetap fokus dan percaya bahwa semua yang mereka lakukan tidak akan sia-sia.

Dari kisah persahabatan tersebut juga mengajarkan kita untuk tidak takut bermimpi tinggi, tetapi harus diiringi dengan semangat dan tekat yang kuat untuk meraihnya atau sering kita sebut sebagai aksi.  

Sebagai seorang guru memang sudah seharusnya pak Balia selalu memotivasi semangat peserta didiknya yang masih cenderung naik turus, peran pak Balia memang tidak mudah hal tersebut menyebabkan besar pengaruh pak Balia dalam perjuangan ketiga sahabat tersebut meraih mimpi mereka, meskipun pada akhirnya sukses memiliki sudut pandang yang beragam.

Begitu pula dengan orang tua, sudah memang seharusnya membimbing dan medukung apa-apa yang dilakukan anaknya selagi masih dalam hal positif. Selain itu diharpakan untuk orang tua agar jangan lupa mendoakan sang anak, karena sebesar apa pun upaya yang orang tua lakukan untuk sang anak tetap Tuhan Yang Maha Esa penentu segalanya.



Komentar